fig 6.19
Rangkaian Four-Bit Parallel Adder merupakan rangkaian digital yang digunakan untuk menjumlahkan dua bilangan biner 4-bit secara bersamaan dengan memanfaatkan beberapa blok Full Adder yang disusun secara berantai. Setiap full adder menjumlahkan dua bit masukan beserta sinyal carry-in, kemudian menghasilkan sum dan carry-out yang diteruskan ke tahap berikutnya. Konsep ini memungkinkan proses penjumlahan dilakukan secara paralel pada tiap bit, namun tetap bergantung pada propagasi carry antar tahap. Rangkaian ini banyak digunakan dalam sistem digital seperti unit aritmatika (ALU) karena mampu melakukan operasi penjumlahan dengan cepat dan efisien.
Memahami cara kerja dan prinsip rangkaian Full Adder dalam penjumlahan biner.
Menjelaskan konsep penjumlahan paralel menggunakan rangkaian 4-bit.
Mengetahui bagaimana carry-out dan carry-in bekerja secara berantai dalam sistem penjumlahan digital.
Mempelajari implementasi dan simulasi rangkaian aritmatika dasar pada software seperti Proteus.
- Gerbang AND
- Gerbang OR
- Gerbang XOR
- Logic State
Rangkaian Four-Bit Parallel Adder merupakan rangkaian digital yang digunakan untuk melakukan penjumlahan dua bilangan biner berukuran 4-bit secara paralel. Rangkaian ini terdiri dari empat buah Full Adder satu-bit yang dihubungkan secara berurutan (berantai) melalui sinyal carry.
Full Adder
Full Adder adalah rangkaian logika kombinasi yang memiliki tiga input:
Dua bit yang akan dijumlahkan (A dan B)
Carry-in (Cin) dari bit sebelumnya
Dan dua output:
Sum (S) → hasil penjumlahan satu bit
Carry-out (Cout) → bit bawa ke tahap berikutnya
Persamaan logika untuk Full Adder:
- S = A ⊕ B ⊕ Cin
- Cout = (A · B) + (A · Cin) + (B · Cin)
Konsep Penjumlahan Paralel
Dalam penjumlahan bilangan 4-bit, setiap bit dari bilangan A dan B dijumlahkan secara serempak (paralel), namun tetap membutuhkan propagasi carry antar tiap tahap bit. Oleh karena itu, Full Adder disusun sebagai berikut:
Representasi Array
Jika A, B, dan hasil S direpresentasikan sebagai array 4-bit, maka:
A = [A3, A2, A1, A0]
B = [B3, B2, B1, B0]
S = [S3, S2, S1, S0]
Carry = [C4, C3, C2, C1, C0]
Dengan:
Cin = C0 (biasanya 0)
Cout = C4 (carry-out akhir)
Hubungan antara carry-in dan carry-out dalam array dapat ditulis:
- Cin = C[3..0]
- Cout = C[4..1]
Jadi hasilnya:
- D3 D2 D1 D0 = 0000
- BOUT = 1
Artinya, 1011 - 0101 = 0000 dengan pinjaman akhir, menandakan hasil negatif dalam representasi 2’s complement.
2) Dalam implementasi logika full subtractor menggunakan dua half subtractor dan satu gerbang OR, berapakah output-nya jika A = 0, B = 1, dan Bin = 1?
Langkah 1 – Half Subtractor pertama (A - B):
D₁ = A ⊕ B = 0 ⊕ 1 = 1
Bo₁ = A̅ · B = 1 · 1 = 1
Langkah 2 – Half Subtractor kedua (D₁ - Bin):
D = D₁ ⊕ Bin = 1 ⊕ 1 = 0
Bo₂ = D₁̅ · Bin = 0 · 1 = 0
Langkah 3 – Gabungkan borrow:
Bo = Bo₁ + Bo₂ = 1 + 0 = 1
Jadi output akhirnya:
Borrow Out (Bo) = 1
Ini berarti hasil 0 - 1 - 1 adalah negatif (terjadi peminjaman).
1) Proses yang tidak serentak
Walaupun input A dan B diberikan secara bersamaan pada semua bit, gerbang logika di dalam Full Adder (FA) pada tahap selanjutnya tidak dapat mengeluarkan hasil penjumlahan yang benar sampai mendapat kepastian nilai Carry dari tahap sebelumnya.
2) Efek domino (Ripple)
Perhatikan jalur sinyal Carry (C1, C2, C3, C4). FA Bit 1 harus menunggu hasil C1 dari FA Bit 0. Kemudian FA Bit 2 harus menunggu hasil C2 dari FA Bit 1. Begitu pula FA Bit 3 harus menunggu hasil C3 dari FA Bit 2 sebelum bisa mengeluarkan hasil S3 dan Cout. Sinyal carry ini merambat seperti riak air dari bit paling rendah ke bit paling tinggi.
3) Akumulasi waktu tunda
Karena setiap blok FA disusun dari gerbang logika yang memiliki waktu tunda internal, waktu tunda total untuk rangkaian ini berakumulasi secara linier. Semakin besar jumlah bit yang dijumlahkan, semakin lama sistem harus menunggu untuk mendapatkan hasil penjumlahan akhir yang stabil. Kelemahan ini membuat arsitektur Ripple Carry Adder dianggap terlalu lambat untuk digunakan dalam sistem komputasi berkecepatan tinggi.
1) Prinsip kerja dari gerbang AND adalah...
a. penjumlahan
b. perkalian
c. pembalikan
d. penjumlahan ganjil genap
Jawaban: b. perkalian
2) Gerbang logika yang akan menghasilkan output logika 1 hanya jika semua inputnya bernilai 1 adalah gerbang...
a. OR
b. NOR
c. AND
d. NAND
Jawaban: c. AND
3) Gerbang logika XOR (Exclusive OR) akan menghasilkan output 1 apabila...
a. kedua input bernilai sama
b. kedua input bernilai berbeda
c. semua input bernilai 0
d. semua input bernilai 1
Jawaban: b. kedua input bernilai berbeda
Download rangkaian Fig. 6.19 [disini]
Download Datasheet 7483 [disini]
Download Datasheet Seven Segment [disini]

Komentar
Posting Komentar